Sabtu, 05 Maret 2022

Kenapa Pendidikan Cara Mengatur Penggunaan Uang Yang Baik di Sekolah Tidak Ada

 


MASALAH Yang Terjadi Saat Ini...


Di seluruh dunia, pendidikan formal ditujukan untuk mendapatkan tenaga tenaga terampil untuk bekerja di pemerintah maupun swasta. Bahkan pendidikan bisnispun bukan melatih mereka untuk berbisnis sendiri. 

Tetapi melatih mereka untuk menjalankan bisnis orang lain. Alias menjadi pegawai.


Dengan kata lain, kita hanya diajari cara memperoleh uang. Cara yang diajarkan pun hanyalah sebagian cara saja. Yaitu hanya 1/10 dari cara sebagaimana yang diajarkan Nabi saya. 

Beliau mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki ada di bisnis (perdagangan).


Bayangkan dampaknya, kita hanya diajari 10% dari jalan yang ada. 

Ditambah lagi tidak diajari bagaimana mengatur keuangannya setelah diperoleh. Kira kira parah apa tidak akibatnya?

Bahkan kalau diajari ke 10 cara itu tanpa diajari mengatur uangnya saja hasilnya masih mengecewakan. 

Apalagi hanya diajari 1/10 cara ?


Sejak dahulu tidak ada satupun baik sekolah formal maupun informal yang mengajarkan bagaimana cara mengatur uang. Tetapi itu dulu, sekarang ada yaitu tempat dimana saya mempelajari semua ini. Sayangnya hanya sebagian saja yg bisa saya tularkan ke Anda. Selebihnya Anda perlu menggali sendiri ditempat saya belajar itu.  

Karena, saya sendiripun belum lulus sempurna.

Akibat Pengajaran Yang Salah Fokus

 


Pengajaran yg salah fokus akibatnya ya begini ini :


1. Bahkan di Amerika Serikat, negara yg paling kaya di dunia dan dianggap kemakmurannya merata, hanya 1% penduduknya yang bisa kaya. 

4% mandiri secara keuangan, sedang selebihnya kalau tidak meninggal, harus bekerja terus sampai meninggal atau sebagian besar yaitu 54% hidupnya tergantung orang lain. Saya ini kalau tidak merubah arah, setelah usia 65 tahun ya masih harus bekerja mencari nafkah. 

Nanti setelah benar benar tidak kuat, akan hidup tergantung pihak lain, yaitu pensiunan pemerintah dan bantuan anak anak.


2. Di Indonesia pernah diteliti oleh majalah Swa. 

Profesional berpenghasilan besar seperti dokter, pengacara, notaris, direktur dll, 80% akan jatuh miskin di usia tua. 


Bayangkan, mereka adalah orang orang yang seumur hidupnya mendapatkan penghasilan besar. 

Mereka orang orang yang bisa mengumpulkan uang banyak. Toh akhirnya sebagian besar jatuh miskin.


3. Di Amerika, 90% pemenang lotre diatas 250 ribu dollar, akan jatuh miskin lagi 3 tahun setelah menang lotere. 

Umumnya mereka tidak tahu kemana uang mereka pergi. Seperti Anda yang membaca ini, coba teliti lagi, apakah Anda tahu kemana saja uang yang Anda peroleh itu pergi? 

Saya yakin Anda tidak bisa menemukan jejak uang itu mengalir kemana.


Itulah 3 fakta yang menunjukkan bahwa : KECERDASAN FINANSIAL KITA RATA RATA MASIH RENDAH.

Cara Merubah Pendapatan Kecil Menjadi Besar

 


MANFAAT CERDAS KEUANGAN.


Jika Anda cerdas keuangan/finansial, maka yang terjadi adalah :


1. Anda tidak akan mengejar penghasilan besar. 

Anda justru akan mencari penghasilan penghasilan kecil. Bahkan sesuatu yg nampak awalnya tidak menghasilkan. Dengan begitu Anda akan hanya sedikit mendapat saingan. Karena sebagian besar mereka yang tidak cerdas finansial, akan mencari penghasilan yang besar, cepat dan aman. 

Para penipu pun siap menangkap mereka. 

Ken Kesey mengatakan : "Rahasia untuk menjadi penipu yang hebat adalah mengetahui apa yang diinginkan calon korbannya dan meyakinkan padanya bahwa ia akan memperoleh yang diidamkannya". 

Karena semua senang sesuatu yang sebenarnya tidak ada yaitu penghasilan besar,  cepat dan aman, maka diciptakanlah hal yang tidak mungkin itu menjadi seolah olah mungkin. 

Charles Ponzi tahun 1920 an sudah menciptakan skemanya. Mereka tinggal membungkus nya saja dengan aneka bungkus yang indah. 

Pasti akan banyak yang memakan umpannya. 

Itu tidak akan terjadi pada mereka yang cerdas finansial. Orang yg cerdas finansial akan lari menjauh jika mendengar kalimat cepat, besar dan aman secara jangka panjang dijadikan satu. 

Alarm di kepalanya akan membunyikan tanda bahaya. Karena itu memang menyalahi aturan dasar investasi dan hukum alam manapun di bidang keuangan.


2. Jika cerdas finansial, Anda akan mampu memanfaatkan penghasilan sekarang untuk kesejahteraan anak cucu Anda. Pada sebagian besar orang, penghasilannya hanya berhenti untuk mendukung kesejahteraan dirinya. 

Itupun seringkali tidak sampai diujung umur.


3. Kehidupan Anda sudah pasti akan lebih tenang dan damai. Bisa berkumpul terus dengan keluarga yg dicintai. 

Tidak harus berpencaran sampai ke ujung dunia hanya untuk mengejar uang. 

Karena uang sudah bisa Anda datangkan sendiri ke rumah Anda. 

Sehingga Anda bisa bermain sepanjang hari dengan anak anak.

LIMA PERATURAN DASAR KEUANGAN

 


Ada 5 dasar peraturan keuangan. 

Sayangnya kita nyaris salah di kelima hal itu. 

Mungkin Anda tidak demikian, tetapi saya demikian sampai usia 45 an. 

Kelima hal itu akan saya uraikan satu per satu besok. 

Tetapi untuk memenuhi keingin tahuan Anda, akan sy singgung sedikit sekarang.


Ke lima hal itu adalah :


1. Bisa membedakan aset dan beban : Di sini saja sudah terbolak balik. 

Yang beban dikatakan aset. Seharusnya menumpuk aset supaya tambah kaya, yang dilakukan malah menumpuk beban sehingga tambah miskin.


2. Mengerti arus uang atau cashflow : Selama bertahun tahun, cashflow saya ternyata lebih banyak cashflownya orang miskin, dan TIDAK PERNAH mengalami cashflow orang kaya. 

Padahal SEMUA ORANG YANG KENAL SAYA, menganggap saya kaya. 

Termasuk saya sendiri.


3. Mengetahui cara menggunakan uang : 

Dari 3 cara menggunakan uang, saya justru melakukan yang terjelek. 

Jangan tertawa dulu, karena saya yakin Anda juga melakukan hal yang sama.


4. Mengetahui penghasilan aktif dan pasif : 

Seumur hidup saya dan Anda dilatih untuk mencari UANG YANG SALAH. 

Kemudian bingung sendiri mengapa semakin tua kerjanya harus semakin keras ya? 

Lha iyalah, karena jenis uang yang salah yg kita cari.


5. Mengetahui definisi kaya dan miskin : 

Di hal yg paling penting inipun kita tidak tahu. 

Kita semua ingin kaya, tetapi kita semua salah membuat definisinya.  

Akibatnya jelas, dari waktu ke waktu bukannya bertambah kaya tetapi justru bertambah miskin. 

Kalau dia dokter atau pengacara, semakin senior kerjanya semakin keras. 

Itu sebenarnya menunjukkan semakin miskin. 

Mereka bekerja semakin keras bukan karena ingin, tetapi karena harus.

Untuk Mengetahui Harta Kita Termasuk ASET ATAU BEBAN

 


Banyak yang tidak bisa membedakan aset dan beban. Mereka mengira rumah yang dia tinggali itu aset. 

Mobil yg dinaiki itu aset. Akibatnya mereka berusaha terus membuat rumahnya lebih bagus dan meningkatkan nilainya. 

Padahal nilai sebuah rumah bukan fisiknya tetapi pada 3 hal yaitu :

1.Lokasi, 

2.Lokasi, dan 

3.Lokasi. 


Mereka juga terus menambah mobil karena mengira mobil itu aset. 

Teman teman dokter saya sering dengan bangga mengatakan bahwa mobilnya 5, seperti saya dulu. 


Dari gambar diatas nampak bahwa rumah yang kita tinggali itu beban, begitu juga mobil yang kita pakai juga beban. 

Contoh harta berupa aset adalah pabrik, kendaraan niaga, rumah yang dikontrakkan, ternak dan sebagainya.

Bagaimana Anda MENGARTIKAN DEFINISI ASET DAN BEBAN

 


Aset adalah segala sesuatu milik kita yang bisa memasukkan uang secara rutin ke kantong kita. 

Seperti saham, deposito, surat berharga lain, real estate, kos kosan, bisnis yang diurus orang lain, lahan produktif, ternak dll.


Beban adalah segala sesuatu yang menyebabkan kita harus mengeluarkan uang. 

Contoh beban misalnya rumah yang kita tinggali, mobil yang kita pakai.


Seharusnya aset kita diperbanyak dan beban diperkecil (kotak hitam). 

Tapi yang terjadi sebaliknya yaitu beban yang diperbesar dan aset bahkan tidak terpikirkan (kotak abu abu).


Rumah yang kita tinggali adalah beban yang paling besar menyerap potensi kekayaan kita. 

Semua uang penghasilan kita masuk kesana. 

Jika seseorang punya uang, tiba tiba saja merasa perlu mengganti lantai rumah, merehab dapur, menambah kamar. 

Yang terpikir adalah KAPAN LAGI ADA KESEMPATAN?

Ternyata jurus KAPAN LAGI itu berlaku baik pada yg usia 17 tahun sampai yg usia 71 tahun. Kapan lagi ?


Kalau ada anak muda konsultasi, biasanya saya tanya :"Sudah punya rumah atau belum ?". 

Jika jawabnya belum, saya puji dan saya sarankan jangan beli rumah dulu. 

Kontrak saja dulu sampai Anda punya penghasilan pasif yang cukup untuk membeli rumah. 

Jika menjawab sudah punya rumah, saya sarankan utk mengontrakkan rumahnya, kemudian uangnya digunakan mengontrak rumah yg nilainya sama. 

Jika kita tinggal di rumah kontrakan, tidak akan ada keinginan untuk menambah kamar atau mengganti lantai. Uangnya bisa kita investasikan di tempat yang benar.


Tetapi jika Anda bertanya ke orang bank, maka dia akan menjawab dengan tegas bahwa rumah Anda adalah aset, mobil Anda adalah aset. 

Mereka benar dan tidak sedang membohongi Anda. 

Yang tidak dikatakan adalah bahwa itu asetnya Bank, karena menghasilkan uang untuk Bank. Untuk Anda itu ya beban.

Ciri Ciri ARUS UANG ORANG MISKIN

 

Arus uang orang miskin memiliki 2 ciri :


1. Penghasilannya berasal dari pekerjaan (penghasilan aktif).




2. Setiap bulan habis untuk kebutuhan.


Tidak peduli berapapun penghasilan Anda, mungkin 1 juta, mungkin 10 juta atau 100 juta sebulan. 

Kalau memenuhi 2 kriteria tadi, berasal dari pekerjaan Anda dan setiap bulan habis, Anda orang miskin. 


Mungkin Anda tinggal di rumah di gang sempit, atau di sebuah rumah besar di kompleks perumahan mewah. 

Kalau penghasilan anda berasal dari pekerjaan dan setiap bulan habis,  Anda adalah orang miskin.


Robert T Kiyosaki memiliki teman dengan penghasilan 500 ribu dollar setahun. 

Atau sekitar 500 juta rupiah sebulan. 

Tetapi setiap tahun dia menghabiskan 525 ribu dollar. Dia termasuk orang miskin. Memiliki tingkat stress orang miskin yang selalu merasa kurang uang atau pas pas an.

Pengetahuan Tentang CASHFLOW QUADRANT

 


Dalam bukunya yg sangat terkenal yaitu Cashflow Quadrant, Robert T Kiyosaki mengatakan  bahwa ada 4 cara kita mendapatkan nafkah. 

Keempat cara itu disebut sebagai Cashflow Quadrant. 

Keempat kuadran ini sangat berbeda karakter nya. 

Sehingga jika seseorang di kuadran yang satu mencoba melakukan sesuatu yang menjadi keahlian kuadran yg lain, biasanya gagal.


Keempat Kuadran itu adalah :


Kuadran E (Employee atau pegawai). 

Ini adalah kuadran dimana kita bekerja kepada pihak lain. 

Entah perorangan atau perusahaan. 

Kita hidup dari gaji rutin. Karakter orang yang di kuadran ini adalah TAKUT. 

Mereka takut dipecat sehingga main aman, takut mengambil resiko, takut melakukan kesalahan dsb. 

Banyak mantan direksi perusahaan besar yang setelah pensiun mencoba berbisnis sendiri dengan bekerjasama dengan orang lain. 

Sebagian besar gagal dan menghabiskan uang pesangonnya, karena bekerja sama dengan orang lain bukanlah karakter mereka, itu karakter kuadran B dan I. 

Kuadran E adalah tempat orang mencari keamanan pekerjaan. 

Padahal justru disini yang paling tidak aman. 

Jika ada perubahan ekonomi, korban pertama selalu orang di kuadran E. 

Dalam situasi yang sulit, hal pertama yang dilakukan perusahaan adalah penghematan. 

Artinya melakukan pengurangan pegawai.

Kuadran E isinya kerja keras, tidak punya kebebasan waktu dan tidak aman.


Kuadran S (Self Employed seperti dokter, pengacara, pemilik restoran, pemilik toko. Yaitu profesional dan pengusaha kecil). 

Mereka adalah orang yang bekerja kepada dirinya sendiri. Karakter mereka adalah tidak percaya orang lain mengerjakan sebaik mereka. 

Akibatnya sama, jika bekerjasama dengan orang lain seringkali mendapat mitra dengan kemampuan rendah sesuai dg karakter nya yg ingin menjadi nomor satu di bidangnya. 

Bisnis kerjasamanya gagal krn pihak sana kemampuannya rendah. 

Akhirnya kedua belah pihak merasa saling ditipu. 

Di kuadran S variasi penghasilannya lebar, mulai profesional dan pelaku bisnis berpenghasilan sangat besar sampai sangat kecil. 

Tetapi biasanya memiliki hutang banyak dan selalu kekurangan uang. 

Karena uang mudah dicari, maka mudah pula dikeluarkan. 


Kuadran B yaitu Business owner atau pemilik bisnis. 

Disini kita memiliki sistem dan orang orang bekerja ke kita. Bedanya dengan kuadran S, bisnis kuadran B bisa ditinggal karena sudah autopilot. Karakter orangnya sangat percaya bahwa orang lain itu banyak yg lebih baik dari mereka, jadi percayakan saja pada ahlinya. 

Mereka juga sabar menunggu hasil, berbeda dengan kuadran E dan S yang kurang sabar menunggu hasil.

Sifat kerja disini ringan, punya banyak waktu luang dan hasilnya stabil.


Kuadran I atau Investor. 

Disini uang yang bekerja untuk kita. 

Umumnya memiliki banyak uang dan tidak memiliki hutang. Khususnya hutang buruk yaitu hutang konsumtif.


Kuadran E dan S disebut KUADRAN KIRI. 

95% orang berada disini, tetapi uang yang diperebutkan hanya 5% dari uang yg ada di dunia. Karena itu mereka harus bekerja keras terus dan sifatnya bergantian. 

Ada pensiun, ada PHK. Apapun yang dibangun oleh orang kuadran E dan S hanya akan berhenti pada dirinya. 

Apakah itu karir, relasi, jaringan atau apapun. 

Berhenti hanya di kita.


Kuadran B dan I disebut  KUADRAN KANAN. 

Jumlah orangnya hanya 5% tetapi menguasai 95% uang di dunia. 

Disini tidak ada pensiun. 

Apa yang sudah mereka bangun, bisa diwariskan atau diteruskan oleh keturunannya. Sehingga menjadi semakin besar dan besar.

HIDUP ADALAH PENIRUAN

 


Saat ini kita menulis dari kiri ke kanan dengan huruf latin yg bisa kita baca, karena kita di Indonesia dan sejak kecil belajar menulis dengan cara itu. 

Jika kita di Arab, maka menulisnya pasti dari kanan ke kiri dg tulisan berkelak kelok yang tidak semua orang bisa membacanya. 

Kalau di Jepang pasti   dari atas ke bawah dengan tulisan yang sebagian besar orang juga tidak bisa membacanya. 

Begitu juga dalam kebiasaan lain, kita ini cuma meniru. 

Kalau nonton film kita makan berondong jagung karena meniru kebiasaan di film film Amerika. 

Kalau kita di India pasti membawa sejenis pastel. 

Di Korea cemilan nonton bioskop atau tv biasanya ceker ayam. 

Ya benar. . . . masakan dengan ceker ayam.


Bagaimana dalam mendapatkan nafkah ?


Dalam mendapatkan nafkah, sayangnya kita meniru cara yg sudah terbukti tidak bisa membuat seseorang menjadi kaya. 

Yaitu BEKERJA MENCARI UANG. 

Penghasilannya disebut sebagai penghasilan aktif dan sering dikatakan sebagai uang yang salah. 

Itulah yang kita tiru selama belasan mungkin puluhan tahun. 

Kemudian kita heran kok semakin lama bukannya semakin santai tetapi justru bekerja semakin keras dg gaya hidup yang tetap begitu begitu saja. 

Kenaikan penghasilan kita seringkali kalah dengan laju inflasi.


Sementara ada sebagian kecil masyarakat melakukan hal yg berbeda dalam mendapatkan nafkah yaitu BEKERJA MEMBANGUN ASET. 

Jika kita menginginkan menjadi orang kaya sejati, punya uang dan waktu yg cukup untuk melakukan apapun yg kita inginkan dan kapanpun kita mau. 


Mau tidak mau kita ya harus meniru sebagian kecil masyarakat yg menguasai sebagian besar kekayaan dunia itu. 

Yaitu BEKERJA MEMBANGUN ASET dan mendapatkan penghasilan pasif atau uang yang benar. 

Kalau kita ingin bisa jauh lebih santai dan bisa memikirkan hal hal lain selain mencari nafkah.


Sayangnya, dalam hal keuangan, sama dengan sex, agama, dan politik. 

Kita semata mata berpikir hanya dengan pikiran bawah sadar. Logika hanya membuat kita bertanya tanya sebentar. Setelah itu kita akan dikuasai pikiran bawah sadar. 

Melakukan hal hal yang sudah biasa kita lakukan. Membutuhkan keputusan yang kuat dan lingkungan yang benar serta bantuan orang yang kita pandang memiliki otorita ke kita untuk mengubah program yang 95% menyebabkan kita bertambah miskin ini. 

Itulah perlunya mentor yang kita patuhi.

Pengetahuan Tentang PENGHASILAN AKTIF DAN PASIF??

 


Selama ini kita lahir, besar, belajar, dan bekerja di lingkungan yg hanya tahu 1 jenis penghasilan saja, yaitu penghasilan aktif. 

Penghasilan yg diperoleh dari apa yg kita kerjakan sekarang. Kita belajar bahwa yang benar itu adalah BEKERJA MENCARI UANG. 

Itulah yg dilakukan oleh 95% orang di dunia. 

Dalam melakukan pekerjaan apapun, mereka inginnya langsung menerima uangnya. Mereka menjual waktunya untuk sejumlah uang. 

Sayangnya mereka terbukti hanya menikmati 5% dari kekayaan di dunia krn tenaga dan waktunya terbatas. 

Karena ilmu yang kurang, tanpa disadari banyak dari mereka yang bekerja untuk membuat orang lain bertambah kaya sedang mereka sendiri sebenarnya bertambah miskin. Lihat kembali bab cashflow.


Sebaliknya, 5% populasi yang bisa menikmati 95% kekayaan dunia itu justru mencari penghasilan jenis lain. 

Yaitu penghasilan pasif yg berasal dari aset yang sebelumnya mereka bangun. Mereka BEKERJA MEMBANGUN ASET (lihat peraturan nomor 1 tentang Aset dan Beban). 

Ini jenis penghasilan yang sesuai dengan HUKUM ALAM PERTUMBUHAN.


Apapun yang kita tanam, akan terus tumbuh semakin besar. Karena itu mereka bisa mendapatkan penghasilan yang besar dengan kerja yg relatif ringan. 

Hukum Alam Pertumbuhan dan Hukum Memberi dan Menerima akan menjaminnya. 

Mereka bekerja . . . Bekerja  dan bekerja . . . 

Memberi . . . memberi dan memberi. 

Menanam . .  Menanam dan menanam. 

Akhirnya akan tiba waktunya untuk memanen . . . memanen . . . memanen . . . menerima  . . .  menerima dan menerima selamanya. Menanam waktu akan menerima waktu berlipat lipat.

PENGHASILAN AKTIF

Penghasilan aktif adalah penghasilan dari pekerjaan seperti gaji, honorarium, dan keuntungan bisnis yg kita kelola sendiri. 
Penghasilan jenis ini sering disebut sebagai UANG YANG SALAH. 
Karena uang jenis ini tidak menyebabkan kita kaya. 
Uang jenis ini juga menyebabkan kita semakin stress. 
Sudah sangat terbukti bahwa semakin besar penghasilan aktif seseorang, semakin besar masalah keuangan mereka dan semakin stres mereka. 
Uang tidak menyebabkan seseorang menjadi kaya. 
Yang membuat kita kaya adalah jika memiliki SUMBER UANG yaitu ASET.

Prinsip penghasilan aktif itu kita bekerja untuk menghasilkan uang. 
Karena kita langsung mendapatkan hasilnya, maka alam belum sempat menumbuhkannya. 
Akibatnya kita hanya mendapat sebanyak nilai tenaga kita saja. Apalagi tenaga kita terbatas krn ada batas usia atau sakit, atau PHK atau perusahaan bangkrut sehingga tidak bisa menerima selamanya. 
Sebesar apapun penghasilannya, jika tidak bekerja maka tidak akan mendapatkan uang lagi. 

Ciri lain dari penghasilan aktif adalah mudahnya digunakan untuk bersenang senang. Karena kita merasa mendapatkannya dengan bekerja keras membanting tulang. 
Kita cenderung merasa berhak menggunakan secepatnya. Akibatnya kita terjebak dalam hedonic treadmill. terus menerus menumpuk beban sehingga bebannya semakin berat dan kita sebagai aset akhirnya tidak memiliki kekuatan lagi.

Berbeda dengan penghasilan pasif, mula mula nggak dapat uang. 
Tetapi lama lama uangnya akan melimpah.

PENGHASILAN PASIF

Penghasilan pasif diperoleh dari apa yg sudah kita kerjakan di masa lalu, yaitu MEMBANGUN ASET. 
Disebut juga _Residual income. 
Ini adalah jenis penghasilan yang bisa membuat kita kaya. Uang yang berasal dari penghasilan jenis ini disebut juga sebagai uang yang benar. 

Berbeda dengan penghasilan aktif, semakin besar penghasilan pasif Anda, semakin relaks dan tenang kehidupan Anda. 

Hambatan utk mendapatkan penghasilan pasif ini adalah diri Anda sendiri. 
Yaitu kepercayaan salah tentang penghasilan jenis ini. 
Di lingkungan orang miskin, ide penghasilan pasif tidak populer karena mereka nyaris tidak pernah mendapatkan. Dianggapnya penghasilan jenis ini adalah penghasilan yang tidak jelas berasal dari mana, seolah olah tanpa bekerja atau melakukan sesuatu kita bisa mendapatkan, sehingga kita menganggapnya sebagai penghasilan tidak sah atau haram. 
Seringkali juga kita bertanya kepada orang yang salah tentang boleh tidaknya penghasilan jenis ini ? Yaitu kepada orang yang mungkin juga belum tahu tentang penghasilan pasif. 
Sehingga pendapatnya juga didasarkan prasangka sejak kecil seperti yang lain.

Hukum alam MEMBERI DAN MENERIMA tidak mungkin membiarkan seseorang tanpa melakukan apa apa kemudian mendapat penghasilan besar. Jika seseorang mendapat penghasilan besar saat ini tanpa nampak bekerja, berarti dahulu dia sudah bekerja lebih keras dari kita dan tidak mendapatkan hasil yang sepadan dengan pekerjaannya. 
Hasilnya baru diterima sekarang. 
Jika saat bekerja Anda langsung menerima penghasilan, itu adalah penghasilan aktif dan bukan pasif. 
Jika kemudian dijanjikan besok akan mendapat penghasilan pasif besar, Anda layak curiga itu suatu kebohongan.

Untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif, kata kuncinya ada 2 yaitu JARINGAN dan SISTEM.
Semakin besar jaringan bisnis atau investasi Anda, semakin besar penghasilan Anda. Semakin bagus sistemnya, semakin aman penghasilan Anda. 
Disini Anda sudah sepenuhnya menggantikan diri Anda sebagai aset keluarga, dengan aset lain yang jaih lebih aman. 
Anda sendiri bisa melakukan hal hal lain, khususnya bisa lebih dekat dengan keluarga.

3 TIPE ORANG DALAM MENGGUNAKAN UANG

 


3 TIPE ORANG DALAM MENGGUNAKAN UANG


1. TIPE PEMINJAM : Orang dengan tipe ini adalah sumber penghasilan para bankir. 

Untuk mereka ada karpet merah di bank atau perusahaan leasing. 

Apapun barang yang diinginkan dibeli secara kredit. 

Lunas dengan yang satu dia akan mengambil kredit yang lain. 

Hidup semewah dia bisa, ibarat menyetir mobil selalu menekan gas sampai di garis merah. Mobil apapun yang dia naiki selalu dipacu sampai batas maksimal. 

Robert T Kiyosaki menyebut kehidupannya sebagai almost bankcrupt atau hampir bangkrut. 

Jika pencari nafkahnya berhenti bekerja, maka keluarganya langsung bangkrut karena harus menjual barang barang yang ada. 

Pencari nafkah berhenti bekerja itu bisa kapan saja. 

Bisa masih lama sesuai rencana pensiun, bisa di PHK dalam waktu dekat, bisa juga meninggal hari ini.

Apakah Anda mengenal satu saja dari mereka ?


2. Tipe Penabung : Orang dengan tipe ini tidak suka ambil kredit, selalu beli cash. 

Tetapi karena tujuan menabung untuk membeli barang, sebenarnya ya hampir sama saja. 

Jika pencari nafkah berhenti bekerja karena suatu hal, tidak lama kemudian sudah harus menjual barang atau bangkrut. Memang sedikit lebih lama dibanding tipe yang pertama.

Apakah Anda mengenal satu orang saja dari mereka ?


3. Tipe Investor : Inilah yang besok akan hidup enak karena sudah terbiasa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk diinvestasikan. 

Ada beberapa jenis investor. Ada investor kecil dan ada investor besar. 

Pola pikirnya sama, hanya ilmunya saja yang berbeda.


Robert T Kiyosaki mengajarkan kita untuk memiliki 3 celengan. Kita perlu menyisihkan 30% dari penghasilan kita, dimasukkan ke 3 celengan.


10% untuk tabungan. 

Hanya boleh digunakan untuk kondisi sangat darurat.


10% utk investasi, jika jumlahnya sudah cukup diinvestasikan. 

Namanya investasi ada kemungkinan gagal.


10% digunakan utk sedekah.

KEAJAIBAN EFEK PENGGANDAAN dan MANFAATNYA

 


KEAJAIBAN EFEK PENGGANDAAN

Orang biasa sering meremehkan efek penggandaan ini. 

Padahal inilah yang digunakan orang kaya untuk tetap mempertahankan kekayaan mereka. 

Kebanyakan orang miskin tambah miskin karena tidak menggunakan kekuatan ini. 

Nampaknya sedikit, tetapi bersamaan dengan waktu, maka hasilnya  bisa luar biasa besar. Karena yang digunakan bukan penambahan tetapi perkalian sehingga jadi berlipat lipat. 


Ketika Albert Einstein migrasi ke Amerika, melihat efek penggandaan ini pada kondisi keuangannya, menyebutkan sebagai KEAJAIBAN DUNIA YANG KE DELAPAN.


Katanya ini ada ceritanya :


Dahulu kala, seorang kaisar cina mendapat persembahan seperangkat catur bagus dari seorang pengrajin. 

Kaisarpun memanggil si pengrajin dan menanyakan minta hadiah apa ?


Dengan rendah hati si pengrajin minta hadiah sebutir beras diletakkan di kotak catur pertama, kemudian 2 butir di kotak ke 2, kemudian 4 butir di kotak ketiga dst dikalikan dua sampai 64 kotak itu dipenuhi.


Baginda menyanggupi, kemudian memerintahkan koki istana mengambil beras. 

Koki mengambil sekantung kecil beras. 

Si pengrajin tersenyum dan berkata ke koki : "Sepertinya jumlah beras yang tuan bawa itu kurang". 

Tetapi koki pura pura tidak dengar, dia mulai meletakkan beras di papan catur. 

Mulailah semua menghitung 1 - 2 - 4 - 8 - 16 - 32 - 64 - 128. 

Ada setumpuk kecil beras disana. 

Kemudian dilanjutkan baris ke 2. 256 - 512 - 1 kantong kecil - 2 k - 4k -  8k - 16k - 32 k. 

Melihat berkantung kantung beras itu baginda menghentikan pertunjukan dan memanggil ahli ahli matematika. 

Disuruhnya mereka menghitung jumlah beras yang dibutuhkan utk mengisi 64 kotak itu jika dari satu kotak ke kotak lain dikalikan 2.


Hasilnya adalah, jika SATU butir beras dilipatkan 2x sampai 64 kali, maka hasilnya 18 juta trilyun butir beras. 

Itu jumlah panen 10 tahun seluruh cina. 

Akhirnya baginda minta perjanjian dibatalkan dan si pengrajin diberi 100 Ha tanah subur. 

Diapun hidup bahagia bersama keluarganya.


PEMANFAATAN EFEK PENGGANDAAN 


Secara umum keajaiban efek penggandaan ini digunakan dalam sistem perbankan maupun investasi lain seperti ternak, saham dan sebagainya. Sebagian orang mengatakan sistem bunga berbunga itu haram, tetapi Albert Einstein mengatakan itu keajaiban dunia ke 8. 

Inilah yang menjadi dasar melipatkan uang para orang kaya.


Yg paling banyak memanfaatkan keajaiban ini adalah bisnis Networking, yaitu bisnis yang menggunakan konsep prosumen. 

Sistem distribusi produk dari produsen langsung ke konsumen. 


Misal yg dijelaskan di buku The Parable Of Pipe Line karangan Burked Hedges : Anda bergabung dan kemudian mengajak 1 orang setiap bulan. Orang yg anda ajak juga diajari utk mengajak 1 orang setiap bulan. 

Maka akan terjadi persamaan deret ukur 1 —> 2 —> 4 —> 8 —> 16 —> 32 —> 64 —> 128 —> 256 —> 512 —> 1024 —> 2048.


Dalam 12 bulan, Anda menggabungkan 11 teman Anda, dan grup Anda berkembang menjadi lebih dari 2000 orang. 

Jika masing masing orang membeli alat kebutuhan sehari hari seperti sabun, sampo, kosmetik, sebanyak 500 ribu setiap bulan. 

Omset bulanan Anda 2000 x 500.000 = 1 milyar rupiah.


Sebagai pembangun jaringan. Anda akan mendapat bonus 10% dari omset yang anda hasilkan. 

Jumlahnya lumayan, 100 juta sebulan penghasilan pasif. Selama orang orang di grup Anda belanja, selama itu pula Anda menerima bonus.


Pertanyaannya, apakah Anda mau belanja 500 ribu sebulan sejak awal dan mencari 11 teman ?


Itulah sebabnya para pengusaha bisnis Networking yang berhasil sering mendapatkan penghasilan yang fantastis banyaknya sehingga terasa tidak masuk akal bagi Anda dan saya (dulu) yang orang biasa. 

Akibatnya kita menjadi negatif, karena terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Selasa, 01 Maret 2022

Sukses itu SEDERHANA



Berupaya menjadi nomor satu, 
meraih prestasi tak hanya memenangkan kompetisi yang seru.
Namun, memacu diri agar lebih baik dari hari yang telah berlalu.

Keberhasilan dan kesuksesan tercipta bukan karena faktor keturunan, tapi terjadi dari faktor ketekunan.

Sukses itu SEDERHANA...

Lakukan hal yang tepat,
dengan cara yang tepat, 
dan pada waktu yang tepat.

******

Selamat memaksimalkan Quality Time bersama keluarga dan sahabat.
Bahagiakan siapa pun yang ada dan dekat bersama kita. 

MENGAPA ORANG KAYA TAMBAH KAYA ?



Semua orang kaya, tadinya miskin. 
Kecuali mereka yang menang undian di kandungan. 
Dilahirkan di lingkungan keluarga kaya.

Awalnya mereka juga bekerja mencari uang. 
Ada yang berkeliling jualan kue, ada yang bekerja nguli ke orang lain, ada yang menjadi pegawai atau profesional. 
Yang membuat mereka akhirnya jadi kaya adalah arus uangnya berbeda dg contoh sebelumnya.

Mereka mendapat uang dari pekerjaan atau bisnisnya. 
Hanya sebagian dari uang itu yg dimakan dan dipakai hidup. Sisanya di investasikan atau diputar di bisnis. 
Di kalangan orang Tionghwa kuno, ada panduan yaitu : "Jika kamu dapat 100, hanya 10 yg boleh kamu makan sekarang, yang 90 kamu gunakan untuk masa depan". 

Ya Anda tidak salah baca. HANYA 10% YANG BOLEH DIMAKAN. Bagaimana dengan Anda ? 😊😊

Itu panduan ekstrim, Robert T Kiyosaki menyarankan 30% yg disisihkan (lihat video 61 menit menjadi kaya dari youtube).

Sebagian hasil yang jadi aset tadi juga menghasilkan uang. Ditambah hasil pekerjaan, dibelikan aset yang lebih besar lagi. 
Hasilnya dibelikan aset lagi . . . Hasil aset tadi dibelikan aset lagi. . . . Hasilnya dibelikan aset lagi yang lebih besar. . .  Aset lagi . . . Aset lagi..

Mereka melakukan apa yang disebut MENUNDA KENYAMANAN.  
Ada uang utk bisa nyaman tetapi tidak dimanfaatkan untuk itu.

Suatu saat hasil dari aset sudah lebih besar dari hasil pekerjaan, maka mereka sudah bisa berhenti bekerja. 
Boleh juga bekerja terus tetapi sifatnya sudah bukan mencari uang tetapi membangun aset.

Mereka sudah menjadi orang kaya. 
Dan dengan pola pikir dan sikap yang benar di bidang keuangan, mereka akan terus bertambah kaya. 

Mereka mulai menikmati hidup dengan membeli barang barang bagus dari hasil asetnya itu.  Barang bagus terbeli, uang tidak berkurang karena nyumber terus. 

Kisah Inspirasi Seorang Pemuda Yang Mengejar Impian Malah Mendapatkan Mimpi Buruk Keuangannya

 


Konon hiduplah seorang pemuda yg baru lulus kuliah dan sdh dapat pekerjaan. 

Pada saat kita masih muda, biasanya cashflow kita adalah cashflow orang miskin. 

Kita indekos, kemana mana naik motor, uang selalu habis untuk rokok. 

Kalau  punya uang mejeng dengan jie-sam-su. 

Kalau sedang bokek pakai rokok bola dunia. 


Kemudian dapatlah pujaan hati. Seorang guru perempuan yang sudah mendapat tunjangan mengajar. 

Gaji besar, digabung menjadi tambah besar. 

Hidup seperti surga, gaji dua orang lebih dari cukup untuk hidup berdua di kos kos an. Mulailah rasan rasan utk membeli rumah sendiri. 

Apalagi mertua sanggup membayar uang muka. 


Mulailah mereka hidup dengan beban cicilan. 

Tidak masalah, gaji berdua masih cukup. 

Kemudian si wanita hamil, dunia terasa lebih cerah lagi. 

Setelah lahir si bayi, pengeluaran untuk susu meningkat. 

Si pemuda mulai ambil lembur untuk mengatasi hal itu. Kemudian lahir bayi ke dua. Diputuskan utk ambil S2 supaya bisa jadi kepala sekolah. 

Setelah jadi kepala sekolah, tunjangan meningkat, malu kalau tidak pakai mobil. 

Mulai mencicil mobil. 

Beban tambah berat, si pemuda melamar pekerjaan baru, dapat dengan gaji naik 2x lipat. Wooow . .. dengan gaji sebesar itu, rumah jadi terasa sempit. Mereka memutuskan untuk pindah ke kompleks perumahan yang lebih besar. 

Akad kredit diperbarui, dan tiba tiba terasa uang tidak cukup lagi untuk cicilan. 

Mereka mendirikan bisnis sampingan di rumah, dikelola adik. 


Pemasukan bertambah dari bisnis itu. 

Rasanya butuh mobil ke dua, supaya masing masing bisa naik mobil sendiri sendiri. Rumah juga diperluas. 

Akhirnya pemasukan pas lagi dengan pengeluaran, terkadang kurang malahan sehingga harus buka kredit baru. 

Stress meningkat, sendok jatuh sudah bisa menjadi bahan pertengkaran. 

Accu mobil rusak sudah bisa jadi bahan saling menyalahkan krn pas belum ada uang untuk membelinya. 

Semakin hari hidup semakin seperti neraka. 


Ada uang milik komite yang dipegang kepala sekolah . . . emmm mungkin ini bisa jadi solusi sementara . . .? 


Kebutuhan terus menerus bertambah. 

Cashflownya kadang ke kelas menengah, tapi lebih sering ke cashflow orang miskin. 

Uang seperti lewat begitu saja. Persis seperti mengisi ember bocor.


Mereka seperti LARI DIATAS TREADMILL, yang disebut hedonic treadmill atau treadmill kemewahan. 

Perasaan yang selalu ingin lebih dari sebelumnya. 

Saat pertama beli suzuki Carry,  sudah bagus. 

Begitu ada Avanza, terasa ada yang kurang bagus dari si Carry. Gantilah Avanza. 

Seminggu atau sebulan terasa beda. 

Kemudian sama lagi dengan sebelumnya. 

Ketika dikenalkan kelas yg lebih tinggi yaitu Innova, mulai berpikir : "Pasti keren ya kalau pakai Innova. 

Sudah pantas kok kami pakai inova". 

Dan belilah mereka inova. Nambah nambah nambah beban terus. MEREKA LUPA MEMBANGUN ASET UNTUK MASA DEPAN.

Mereka mengira diri mereka adalah robot dengan bateray yang tidak ada matinya, bisa bekerja selamanya.


Apakah Anda mengenal satu orang saja yang seperti ini ?

TIGA MACAM ARUS KAS Yang Harus Di Ketahui Oleh Orang Kaya



Untuk bisa melihat apakah Anda orang miskin, orang kelas menengah atau orang kaya, tidak bisa hanya dengan melihat jumlah penghasilan. 
Yang lebih penting adalah dari mana uang itu berasal dan kemana mereka pergi. 
Arus uang itulah yang menentukan apakah Anda ini orang kaya atau orang miskin.

Berapapun jumlah penghasilan Anda, jika arus kas Anda merupakan arus kas orang miskin, maka Anda orang miskin. 
Memiliki tingkat stress seperti orang miskin yg selalu kekurangan uang. 
Jika arus kas Anda merupakan arus kas kelas menengah, maka Anda adalah kelas menengah. Begitu juga arus kas orang kaya hanya dimiliki orang kaya yg umumnya bebas stress.

Kalau Anda ingin menjadi orang kaya, maka jadikanlah arus kas Anda menjadi arus kasnya orang kaya. Cuma itu caranya, bukan dengan bersusah payah menciptakan strategi untuk mencari penghasilan besar. Penghasilan besar tidak bisa membuat Anda kaya. 

A .ARUS UANG ORANG MISKIN.

Arus uang orang miskin memiliki 2 ciri :

1. Penghasilannya berasal dari pekerjaan (penghasilan aktif).

2. Setiap bulan habis untuk kebutuhan.

Tidak peduli berapapun penghasilan Anda, mungkin 1 juta, mungkin 10 juta atau 100 juta sebulan. 
Kalau memenuhi 2 kriteria tadi, berasal dari pekerjaan Anda dan setiap bulan habis, Anda orang miskin. 

Mungkin Anda tinggal di rumah di gang sempit, atau di sebuah rumah besar di kompleks perumahan mewah. 
Kalau penghasilan anda berasal dari pekerjaan dan setiap bulan habis,  Anda adalah orang miskin.

Robert T Kiyosaki memiliki teman dengan penghasilan 500 ribu dollar setahun. 
Atau sekitar 500 juta rupiah sebulan. 
Tetapi setiap tahun dia menghabiskan 525 ribu dollar. Dia termasuk orang miskin. Memiliki tingkat stress orang miskin yang selalu merasa kurang uang atau pas pas an.

B. ARUS UANG KELAS MENENGAH.

Arus uang kelas menengah seperti dokter, pengacara, pegawai negeri, pedagang dsb memiliki 3 ciri :

1. Penghasilannya diperoleh dari pekerjaan (penghasilan aktif).

2. Penghasilannya lebih besar dibandingkan biaya hidup bulanan.

3. Kelebihan penghasilan biasanya dibelikan beban, bukan aset.

Pemilik arus kas kelas menengah ini seringkali jatuh lagi ke arus kas orang miskin akibat beban terus bertambah. Kelebihan penghasilannya seringkali dibelikan beban sehingga semakin lama beban hidupnya semakin tinggi. 
Jika penghasilannya tidak naik, maka arus kas nya akan menjadi arus kas orang miskin kembali.

C. ARUS UANG ORANG KAYA.

Arus uang orang kaya hanya punya 1 ciri, yaitu penghasilannya dari hasil aset, bukan dari pekerjaan. 

Asetnya bisa berupa saham, obligasi, real estate, bisnis yang dikerjakan orang lain, ternak, dsb. 

Anda mungkin masih aktif bekerja. 
Tetapi bukan karena keharusan mempertahankan penghasilan, melainkan karena memang suka bekerja. 
Penghasilan utamanya adalah dari aset.

Jadi bagaimanapun mewahnya kehidupan Anda, selama uang yang Anda gunakan untuk penghidupan itu berasal dari pekerjaan. 
Anda tidak bisa digolongkan orang kaya. 
Anda baru bisa disebut orang kaya jika penghasilan Anda berasal dari aset yang sebelumnya sudah Anda bangun.