Sabtu, 24 Oktober 2020

6 Tips Finansial yang Harus Kita Ketahui di Usia 30 Tahun

 


1. Bisa Menentukan Antara Membeli atau Menyewa

Di usia 30, apalagi Anda sudah berkeluarga, sangat penting bagi Anda untuk menentukan di mana Anda dan anak-istri Anda akan tinggal. Apakah keputusan untuk membeli tempat tinggal lebih baik daripada menyewanya? Atau sebaliknya?

Antara membeli dan menyewa, keduanya merupakan keputusan yang tepat. Anda hanya tinggal menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Anda secara personal. Pernyataan ini berlaku untuk segala jenis barang/jasa yang akan Anda beli atau pinjam.

a) Jika Anda memilih untuk Membeli


Katakanlah Anda memutuskan untuk membeli sebuah rumah sebagai tempat tinggal Anda sekeluarga.
Terdapat 
beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelumnya, mulai dari rencana untuk jangka pendek sampai rencana jangka panjang.

Anda harus mempertimbangkan berbagai pertanyaan seperti; Apakah Anda akan tinggal dalam jangka waktu yang lama? Apakah penghasilan Anda mampu menutupi kredit rumah Anda? Apakah Anda masih bisa membayar kebutuhan Anda lainnya setelah membeli rumah? Dan pertanyaan lainnya.

Pastikan Anda mampu membayar biaya-biaya tambahan, termasuk biaya renovasi, biaya asuransi, serta biaya pajak yang tidak boleh Anda lupakan.

b) Jika Anda memilih untuk Menyewa

Masih tentang tempat tinggal. Jika Anda lebih tertarik untuk menyewa, pastikan harga sewa dan tingkat kenaikannya tidak melebihi 30% dari penghasilan 

Anda. Sebab, Anda tentu masih memiliki kebutuhan lain yang harus dibayarkan.

Sebisa mungkin, Anda harus menghitungnya terlebih dahulu dan mengetahui keuntungan apa saja yang akan Anda dapatkan dengan menyewa, tanpa membeli.

Merasa kesulitan menghitung? Coba hitung menggunakan kalkulator sewa vs beli. Ini akan memudahkan Anda dalam memutuskan.

2. Mulai Tinggalkan Gaya Hidup Paycheck-to-Paycheck


Tanggal gajian, adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu. Beberapa dari Anda pasti sudah memiliki rencana untuk menghabiskan gaji yang Anda dapat setiap bulan. Namun, tidak sedikit juga yang lupa menahan diri untuk tidak konsumtif.

Nah, jangan sampai Anda keterusan memenuhi daftar keinginan Anda dan lupa untuk menyisihkan 20%-nya untuk ditabung atau diinvestasikan.

Gaya hidup Paycheck-to-Paycheck sama sekali tidak mencerminkan kondisi keuangan yang baik dan sehat. Tinggalkanlah kebiasaan boros ini sebelum menjamur dalam pikiran Anda.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Jangan bingung, mulai saat ini ubah cara pandang Anda tentang finansial. Cobalah untuk selalu mencatat aliran dana yang masuk dan keluar dari rekening Anda. Jujurlah pada diri sendiri dan awasi kondisi finansial Anda.

Selain itu, bersikap tegaslah pada diri Anda sendiri. Hapus biaya-biaya yang tidak penting 

dan tidak perlu dipenuhi dari daftar rancangan anggaran biaya Anda.

Jika Anda merasa kesulitan memangkas biaya tidak penting tersebut, Anda bisa mencari solusi lain yaitu meningkatkan pendapatan. Caranya yaitu dengan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar atau mendirikan pekerjaan sampingan.

3. Memiliki Dana Darurat

Mungkin Anda sudah bosan membaca judul ini. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dana darurat adalah hal terpenting yang harus Anda ingat kapanpun dan dimanapun.

Akan selalu ada dana yang Anda keluarkan untuk keadaan darurat di masa mendatang. Sebab, kehidupan tidak dapat diprediksi 

oleh siapapun. Hal-hal yang terjadi di dunia ini tidak dapat Anda prediksi, sekecil apapun itu.


Seperti pada saat kendaraan kesayangan Anda tiba-tiba rusak karena ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, mau tidak mau Anda harus mengeluarkan uang untuk memperbaikinya. Padahal Anda sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi pada Anda.

Satu solusi yang bisa Anda lakukan yaitu membuat tabungan dana darurat yang bisa dicairkan kapan saja di saat Anda membutuhkannya.

Jika sekarang ini Anda sama sekali tidak memiliki dana darurat, yuk mulai targetkan Rp1 juta setiap bulannya. Anda bisa menaikkan nominalnya apabila pendapatan Anda juga ikut naik.

Mudah bukan?

4. Lunasi Utang Anda


Saat ini, kartu kredit telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Dari hasil riset, ada sebanyak 97,1% dari total transaksi kartu kredit digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbelanja.

Bahkan, menurut data Statistik Sistem Pembayaran RI, volume transaksi kartu kredit pada triwulan I tahun 2019 mengalami kenaikan 1,15% dari tahun 2018, yaitu dari 163,41 juta ke 169,28 juta.

Nominal transaksi kartu kredit juga tercatat naik sebesar 9,53%, dari Rp151,49 triliun (2018) menjadi Rp166,07 triliun (2019).

Ketika Anda memutuskan untuk mengaju

kan pinjaman/kredit baik menggunakan kartu kredit atau media lainnya, secara tidak langsung Anda telah berkomitmen untuk melunasinya, sekalipun itu berbunga.

Menurut data di tahun 2017, bunga kartu kredit maksimal tercatat 2,95% per bulan (35,4% per tahun). Sementara untuk bunga tarik tunai, rata-rata bank mengenakan bunga 6% per transaksi.

Dengan adanya fakta tersebut, banyak orang-orang di kalangan menengah ke bawah merasa kesulitan untuk melunasi utang mereka yang sudah berbunga banyak.

Lalu, bagaimana cara melunasinya?

Seorang pengusaha asal Amerika, Dave Ramsey, menyarankan untuk menggunakan metode snowball. Di mana Anda mulai melunasi utang dengan jumlah terendah, kemudian beralih ke utang dengan jumlah terendah berikutnya, dan seterusnya.

5. Diversifikasi Penghasilan Anda

Seperti yang sudah disinggung pada poin kedua, di usia 30 tahun, alangkah lebih baiknya Anda memiliki lebih dari satu sumber pendapatan. Sehingga Anda tidak terpaku pada satu pekerjaan yang membuat Anda stress berat karena gajinya tidak sesuai dengan yang Anda harapkan.

Mulai diversifikasi penghasilan Anda dengan menambah bidang pekerjaan di samping pekerjaan utama Anda. Carilah kesibukan berpenghasilan lain yang lebih santai dan bisa dikerjakan sambilan di rumah, seperti menjadi pekerja lepas atau pekerja paruh waktu.

Dengan demikian, tidak hanya penghasilan Anda yang bertambah, tapi pengalaman Anda juga ikut bertambah.

Cobalah lihat tren di sekitar Anda, buat sesuatu yang unik, menarik, dan banyak peminatnya. Lalu, pasarkan ke orang-orang terdekat Anda. Baru setelahnya Anda bisa mempromosikan ke jangkauan yang lebih luas lagi.

Jangan lupa untuk menganalisa kondisi pasar Anda dan mulai fokus pada apa yang Anda kerjakaan saat ini. Semakin Anda dan produk Anda dikenal, maka semakin mudah bagi Anda menghasilkan uang yang lebih banyak.

6. Memilih Teman Hidup

Tips finansial yang terakhir yaitu memilih pasangan yang tepat di usia 30 tahun. Lho, memang apa hubungannya antara pasangan dan finansial?


Tips ini muncul karena begitu banyak penelitian yang mengaitkan uang sebagai sumber permasalahan dari pertengkaran yang terjadi di antara Anda dan pasangan Anda.

Menurut survei, sebanyak 
70% pasangan bertengkar karena uang. Ahli keuangan dari New York, Jacqueline Newman, juga menyatakan bahwa 35% pemicu pertengkaran dalam rumah tangga adalah uang.

Banyak juga yang mengatakan bahwa finansial menjadi penyebab utama stress dalam sebuah pernikahan (riset dari SunTrust Bank).

Cinta memang tidak dapat dipaksakan. Namun, Anda juga harus lebih mempertimbangkan masalah ini dengan pasangan Anda sebelum kalian menikah dan memiliki anak.

Sebab, segalanya akan berubah setelah Anda berkeluarga. Tanggung jawab finansial tidak hanya milik Anda, tapi juga milik pasangan Anda. Oleh karena itu, pilihlah teman hidup yang cocok dengan Anda dan bisa berkompromi dengan permasalahan finansial semacam ini.

Jangan lupa untuk selalu jujur pada pasangan dan berjanji akan bekerja sama dalam pengelolaan keuangan. Menjaga komunikasi juga salah satu hal terpenting dalam sebuah hubungan, terutama komunikasi tentang keuangan.

Demikianlah tips finansial yang setidaknya harus Anda lakukan di usia 30 tahun. Jangan sampai Anda menyesal karena mengabaikannya.

Tips di atas adalah beberapa dari sekian banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meraih kebebasan finansial di masa depan.

Pada intinya, pahami diri Anda, ubah cara Anda memandang segala sesuatu yang berkaitan dengan ‘finansial’, serta lakukan yang bisa Anda lakukan selama itu bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.>>>source<<<

Selamat mencoba!


5 Keuntungan Berinvestasi Surat Utang Negara (SUN) yang Harus Kita Ketahui


 

1. Tingkat Risiko Rendah

SUN atau obligasi adalah surat utang yang secara resmi dikeluarkan oleh pemerintah sehingga kondisinya pasti lebih stabil jika dibandingkan surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan biasa.

Artinya, uang yang Anda tanamkan dalam bentuk sukuk maupun Obligasi Ritel Indonesia (ORI) akan tetap menghasilkan keuntungan dan bunga setiap bulannya. Dengan catatan, kondisi negara memang sedang dalam keadaan baik-baik saja.

2. Tidak Terkena Fluktuasi Pasar

Berbeda dengan instrumen investasi lainnya, obligasi atau SUN memiliki dua sumber keuntungan, yaitu kupon dan capital gain. Keduanya akan dibayarkan kepada investor secara stabil karena nilainya tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar.

3. Bisa Digadaikan

Saat ini, memang masih banyak orang yang meragukan likuiditas SUN. Tapi, nyatanya tidak seperti itu, Anda masih bisa menggadaikan SUN di kantor pegadaian atau menjualnya kembali di pasar saham sekunder.

Hal ini bisa saja Anda lakukan jika Anda ingin mengakhiri masa kontrak surat utang atau ingin memindah tangankan SUN ini kepada pihak lain.

4. Bagi Hasil dan Bunga yang Kompetitif

Karena besaran kupon bunga dan sistem bagi hasilnya selalu berada di atas imbal hasil deposito, maka ini artinya Anda bisa mendapatkan bunga yang kompetitif. Walaupun besaran kupon ORI berbeda-beda tiap serinya, namun selalu disesuaikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini.

Selama adanya ORI, kupon tertinggi yang pernah dimiliki adalah sebesar 12,05% pada tahun 2006 dan kupon terendah adalah sebesar 6,25% pada ORI009, lebih besar jika bandingkan dengan bunga Deposito yang saat ini maksimal berada di angka 6%.

Kupon ORI dan bagi hasil sukuk ini juga dibayarkan setiap bulan sehingga Anda dapat melihat uang Anda bertambah setiap bulannya.

5. Pajak Lebih Kecil dari Deposito

Pajak yang dikenakan oleh sukuk dan ORI hanya sebesar 15% saja, lebih kecil jika dibandingkan dengan pajak deposito yang mencapai 20%. Jadi, Anda bisa mendapatkan untung berlipat, dari bunga yang besar dan pajak yang kecil.>>>Source<<<